Label

Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Senin, 24 September 2012

RAKA 2 (Rapat Kerja Asyik 2) LDK UKDM UPI

Bismillahirrahmanirrahim..

“ Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghianati Allah dan Rasul dan juga janganlah kamu menghianati amanah yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui” Q.S Al-Anfal 8;27

             “RAKA 2..!! Ukhuwah kuat, UKDM mantap!! Allahu Akbar..!!”
      Pekikkan suara pengurus LDK UKDM UPI periode 2012 di Aula Al-Furqon UPI menggelegarkan seisi ruangan sejak dua hari itu, 22 s.d. 23 September 2012. RAKA 2 adalah singkatan dari Rapar Kerja Asyik 2 yang dilaksanakan oleh pengurus LDK UKDM UPI periode 2012.  RAKA 2 sebagai salah satu rangkaian kegiatan yang sudah disepakati selama satu periode kepengurusan, bertujuan untuk mengevaluasi program kerja selama dua per tiga periode kepengurusan dan memusyawarakhan kembali program kerja yang akan dilaksanakan pasca RAKA 2.
            Rangkaian agenda acara dalam kegiatan ini telah disusun rapi oleh panitia RAKA 2 yang terdiri dari ketua-ketua bidang dari masing-masing departemen dan dipimpin oleh Asep Cahyawan, salah satu kabid dari Departemen Ekonomi dan Keuangan.
             “Mengemas RAKA 2 ini dengan tema ‘Ukhuwah Kuat, UKDM Mantap’ diharapkan setelah RAKA 2 ini UKDM semakin kuat ukhuwahnya dan kinerja UKDM semakin mantap ke visi UKDM yaitu religiusitas, profesionalitas, eksistensi, dan hayawi. Selain itu adanya taujih yang bertujuan untuk menambah pemahaman kita dalam istiqomah di jalan dakwah. Hafalan ayat 27 QS.Al-Anfal pun bertujuan untuk ditafakuri bahwa amanah yang diemban sekarang adalah salah satu bentuk penghambaan kita kepada Allah dan melanjutkan perjuangan Rasulullah dalam istiqomah di jalan dakwah sehingga kita tidak menghianati keduanya. Sedangkan hafalan lagu ‘JEJAK’ bertujuan sebagai suplemen penyemangat dakwah bahwa kita harus bersiap siaga dengan segala keadaan ” Ucap Asep Zakaria menjelaskan konsep acara RAKA 2 ini.

Minggu, 01 April 2012

Sejarah Singkat LDK UKDM UPI

UKDM atau Unit Kegiatan Dakwah Mahasiswa adalah Lembaga Dakwah Kampus yang berawal dari FOSMI (Forum Silaturahmi Mahasiswa Islam) FPMIPA IKIP Bandung kala itu. FOSMI merupakan forum silaturahmi yang bergerak mensyiarkan islam di fakultas MIPA. Pada tahun 90-an terjadi pelarangan penggunaan Jilbab di berbagai satuan pendidikan termasuk salah satunya di perguruan tinggi termasuk IKIP Bandung. Hal ini memicu penolakan dari mahasiswa Islam. Kemudian terjadilah demo besar-besaran mahasiswa se-Bandung Raya yang salah satu pusatnya di IKIP Bandung. Isu penolakan pelarangan jilbab ini juga seiring dengan ditolaknya SK Menteri tentang NKK/BKK (Normalisasi Kehidupan Kampus/Badan KoordinasiKemahasiswaan). Lokasi demo mahasiswa dipusatkan di masjid Al Furqon dengan peserta lintas fakultas dan universitas se-Bandung Raya. Selepas peristiwa demo tersebut, tercetus ide untuk menggabungkan berbagai Rohis Fakultas menjadi satu UKM keIslaman se-IKIP Bandung yang kemudian diberi nama Unit Kegiatan Dakwah Mahasiswa (UKDM). Adapun beberapa pemrakarsanya adalah Agus Ahadi, Ahmad Yani, Munir, Euis Sufi J., Eti Nurhayati pada tahun 1990.

Selasa, 13 Maret 2012

Tawazun

Tawazun
Oleh : Agus Mulyana ( Ketua LDK UKDM UPI 2012 ) 

Tawazun dari segi bahasa berasal dari kata tawazana yang mempunyai arti seimbang, tawazun pun bermakna memberi sesuatu akan haknya, tanpa ada penambahan dan pengurangan. Sementara bagi para aktivis dakwah tawazun bisa diartikan bagaimana seorang da’I dapat mengatur dirinya sendiri, menyeru dan membina orang lain untuk memenuhi aspek-aspek kebutuhannya secara seimbang.
Jalan dakwah yang akan kita lalui saat ini masih panjang dan sangat panjang, bahkan sepanjang usia zaman itu sendiri. Untuk bisa mengarungi jalan yang sangat panjang itu dibutuhkan sikap tawazun dalam berjuang. Mana  mungkin mampu kita melalui jalan dakwah ini ketika tidak memiliki jiwa seorang pejuang yang mempunyai sikap tawazun. Bagi kita seorang kader dakwah sikap tawazun itu bisa direfleksikan dalam bentuk mampu memenej dan mengarahkan “perahu dakwah” ini seoptimal mungkin. Sehingga seluruh elemen yang ada didalam “perahu dakwah” dapat berfungsi dan berkontribusi secara optimal untuk perjuangan Dan tentu saja, semuanya dikelola secara sinergis dengan semangat ta’awun antara elemen.